RSS

Sejarah Perang Dunia I

23 Feb

peace

Perang Dunia I (juga dinamakan Perang Dunia Pertama, dan nama dalam bahasa Inggris lainnya: Great War, War of the Nations, dan “War to End All Wars” (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari tahun 1914 hingga tahun 1918. Perang ini dimulai setelah Pangeran Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Principe di daerah Sarajevo

Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Perang Dunia I menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan menjadi sebab pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

LATAR BELAKANG

1. Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Principe di Sarajevo, Bosnia. Principe menganggap bahwa latihan perang tentara Austria di Bosnia adalah pelecehan terhadap Serbia. Bosnia sendiri adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia.

Kemudian Austria memberi ultimatum Serbia jika Principe tidak diserahkan (ke Austria) dalam waktu satu bulan, maka Austria akan menyerang Serbia

Serbia yang melindungi warga negaranya, tidak mau menyerahkan Principe. Serbia berani menentang Austria karena Rusia berjanji akan membantu Serbia jika Serbia diserang Austria.

Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria menyerang Serbia.

2. Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal, dan daerah pemasaran.
3. Munculnya persekutuan / Blok persaingan politik antar negara-negara Eropa : Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia, Triple Entente : Inggris, Perancis, Uni Soviet

Di Eropa abad ke-19, penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini.

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.

Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada tahun 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah Balkan.

Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pertama, Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria.

Lalu satu demi satu, Jerman, Inggris, dan Prancis, memasuki peperangan. Sumbu sudah dinyalakan.

Bahkan sebelum perang dimulai, Dewan Jenderal Jerman telah membuat rencana dan memutuskan untuk menguasai Prancis melalui serangan mendadak. Untuk mencapai tujuan ini, orang-orang Jerman memasuki Belgia dan kemudian melintasi perbatasan memasuki Prancis. Menanggapi dengan cepat, pasukan Prancis menghentikan pasukan Jerman di tepi Sungai Marne dan memulai suatu serangan balik.

SITUASI PERANG DI PARIT PERLINDUNGAN

Parit PD 1

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran, terjebak diantara peperangan.

Perang parit menjadi strategi utama Perang Dunia Pertama. Selama beberapa tahun berikutnya, bisa dikatakan, para serdadu hidup dalam parit-parit ini. Kehidupan di sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman terus-menerus dibom, dan mereka tak henti-hentinya menghadapi ketakutan dan ketegangan yang luar biasa. Mayat mereka yang telah tewas terpaksa dibiarkan di tempat-tempat ini, dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat tersebut. Bila turun hujan, parit-parit itupun dibanjiri lumpur yang membatasi gerak mereka.

Parit PD 2

Lebih dari 20 juta serdadu yang bertempur di Perang Dunia I mengalami keadaan yang mengerikan di dalam parit-parit ini, dan sebagian besar meninggal di sana. Dalam beberapa minggu setelah dimulai oleh serangan Jerman pada tahun 1914, garis barat perang ini sebenarnya terpaku di jalan buntu. Para serdadu yang bersembunyi di parit-parit ini terjebak dalam jarak yang hanya beberapa ratus meter jauhnya satu sama lain. Setiap serangan yang dilancarkan sebagai upaya mengakhiri kebuntuan ini malah menelan korban jiwa yang lebih banyak.

STRATEGI JERMAN

Pasukan Jerman

Di awal tahun 1916, Jerman mengembangkan rencana baru untuk mendobrak garis barat. Rencana mereka adalah secara mendadak menyerang kota Verdun, yang dianggap sebagai kebanggaan orang Prancis. Tujuan penyerangan ini bukanlah memenangkan perang, melainkan menimbulkan kerugian yang besar di pihak tentara Prancis sehingga melemahkan perlawanan mereka. Kepala staf Jerman Falkenhayn memperkirakan bahwa setiap satu serdadu Jerman saja dapat membunuh tiga orang serdadu Prancis.

Serangan dimulai pada tanggal 21 Febuari. Para pemimpin Jerman memerintahkan serdadunya untuk “keluar dari parit mereka,” namun tiap serdadu yang melakukannya justru telah tewas atau sekarat dalam sekitar tiga menit. Meskipun penyerangan berlangsung tanpa henti selama berbulan-bulan, Jerman gagal menduduki Verdun.

Secara keseluruhan, kedua pihak kehilangan sekitar satu juta serdadu. Dan dengan pengorbanan itu, garis depan hanya berhasil maju sekitar 12 kilometer. Satu juta orang mati demi selusin kilometer.

BALASAN INGGRIS

Perang Dunia 1

Inggris membalas serangan Jerman di Verdun dengan Pertempuran Somme. Pabrik-pabrik di Inggris membuat ratusan ribu selongsong meriam.

Rencana Jendral Douglas Haig mendorong Pasukan Inggris untuk menghujani dengan pengeboman terus-menerus selama seminggu penuh, yang diikuti dengan serangan infanteri. Dia yakin mereka akan maju sejauh 14 kilometer di hari pertama saja dan kemudian menghancurkan semua garis pertahanan Jerman dalam satu minggu.

Serangan dimulai pada tanggal 1 Juni. Pasukan meriam Inggris menggempur pertahanan Jerman selama seminggu tanpa henti. Di akhir minggu tersebut, para perwira Inggris memerintahkan serdadunya memanjat keluar dari parit. Namun, selama pengeboman tersebut para serdadu Jerman berlindung dengan rapat di kedalaman parit persembunyian mereka sehingga tidak terlumpuhkan dan menggagalkan rencana Inggris. Begitu serdadu Inggris bergerak melintasi garis depan, serdadu Jerman muncul menyerang mereka dengan senapan mesinnya. Sejumlah total 20.000 serdadu Inggris tewas dalam beberapa jam pertama perang tersebut. Di dalam kegelapan malam itu, daerah di antara dua garis pertempuran penuh dengan puluhan ribu mayat dan juga serdadu yang terluka, yang mencoba merangkak mundur.

Pertempuran Somme tidak berlangsung dua minggu seperti yang direncanakan Jendral Haig, melainkan lima bulan. Bulan-bulan ini tidak lebih daripada pembantaian. Para jendral bertubi-tubi mengirimkan gelombang demi gelombang serdadu mereka menuju kematian yang telah pasti. Di akhir pertempuran, kedua belah pihak secara keseluruhan telah kehilangan 900.000 prajuritnya. Dan untuk ini, garis depan bergeser hanya 11 kilometer. Para serdadu ini dikorbankan demi 11 kilometer saja.

JUMLAH KORBAN

pasukan PD1

* Belgia: 13.700
* Kekaisaran Britania: 908.000
o Australia: 60.000
o Kanada: 55.000
o India: 25.000
o Selandia Baru: 16.000
o Afrika Selatan: 7.000
o Inggris: 715.000

* Perancis: 1.354.000
* Yunani: 5.000
* Italia: 650.000
* Jepang: 300
* Rumania: 336.000
* Rusia: 1.700.000
* Serbia: 450.000
* AS: 50.600

Kekuatan As ( Axis Powers ): 3.382.500
* Austria-Hungaria: 1.200.000
* Bulgaria: 87.500
* Jerman: 1.770.000
* Kerajaan Ottoman: 325.000

Warga sipil: 6.493.000
* Austria: 300.000
* Belgia: 30.000
* Inggris: 31.000
* Bulgaria: 275.000
* Perancis: 40.000
* Jerman: 760.000
* Yunani: 132.000
* Rumania: 275.000
* Rusia: 3.000.000
* Serbia: 650.000
* Kerajaan Ottoman: 1.000.000

Kedua belah pihak melakukan lebih banyak serangan lagi selama Perang Dunia I, dan setiap serangan ini menjadi pembantaian diri sendiri. Di kota Ipres di Belgia saja, berlangsung tiga pertempuran. Setengah juta serdadu tewas di pertempuran ketiga saja. Setiap serangan berakibat sama: Ribuan nyawa melayang hanya untuk maju beberapa kilometer.

Peperangan yang mengerikan ini, yang tidak punya alasan kuat, menelan nyawa orang tak bersalah yang tak terhitung banyaknya. Banyak orang kehilangan saudaranya atau harus meninggalkan rumahnya.

Korban PD 2

Korban PD 3

AKHIR PEPERANGAN

Kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.

Sementara itu di Austria timbul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang perang maupun yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian-perjanjian damai seperti : Perjanjian Versailles, Perjanjian St.Germain, Perjanjian Neuilly, Perjanjian Trianon, dan Perjanjian Sevres.

Korban PD1

Pada tahun 1918, Perang Dunia I akhirnya berakhir, setelah empat tahun serangan tanpa guna di tangan tentara Jerman, Prancis, dan Inggris. Namun perdamaian ini, yang dinyatakan pada jam 11 pagi, hari kesebelas dari bulan kesebelas, tidak membawa kebahagiaan untuk siapa pun. Ratusan ribu serdadu menjadi cacat. Sebagian lainnya terbukti tidak mampu mengatasi dampak kejiwaan karena perang setelah tinggal di dalam parit yang penuh dengan lumpur, kotoran, dan mayat. Bentuk trauma yang dikenal sebagai “shell shock” atau “kejutan bom” sangat umum di antara para veteran perang, dan hal ini menyebabkan penderitanya mengalami serangan ketakutan dan goncangan yang berat. Rasa takut akan dibom, yang mereka alami setiap hari selama empat tahun berturut-turut, telah terukir di benak mereka. Ada beberapa penderita yang merasa harus segera bersembunyi hanya karena kata ‘bom’ disebutkan. Beberapa veteran bahkan merasa ngeri setiap kali mereka melihat seragam. Puluhan ribu serdadu juga kehilangan satu atau lebih anggota badannya dalam perang ini. Serdadu ini adalah tentara yang mata, dagu, atau hidungnya menjadi cacat selama pengeboman, sehingga topeng khusus diciptakan di Eropa untuk menyembunyikan wajah mereka yang cacat.

Korban PD 4

Sumber: website dibalik perang dunia, wikipedia

About these ads
 
37 Comments

Posted by on February 23, 2010 in Sejarah

 

37 responses to “Sejarah Perang Dunia I

  1. dealer pulsa

    September 30, 2010 at 11:12 PM

    menyia2kan nyawa dengan hasil kerugian

     
  2. dea

    September 29, 2011 at 4:38 PM

    gunakan bahasa yg sgkat, pdt, dan jelas.

     
  3. sigit saputra

    September 30, 2011 at 3:33 PM

    orang yg ikut perang bukan orang pinter tp orang bodoh

     
  4. dirga

    November 14, 2011 at 9:27 PM

    mengorbankan jutawan prajuritnya hanya untuk ke egoisan individu…
    Strategi ccd…

     
  5. Tami Mutiarahayu

    November 16, 2011 at 7:33 PM

    sip,, makasih atas infonya ^^d

     
  6. Pendy

    November 30, 2011 at 12:58 PM

    Andai aq masih hidup pasti aq akan habiskan perang dunia I

     
  7. bernardo hutapea

    December 6, 2011 at 1:05 PM

    Perang memang menghancurkan, namun sekaligus mendewasakan suatu bangsa…

     
  8. eti

    December 11, 2011 at 4:05 AM

    perang yang mengorbankan berjuta juta nyawa hanya karena keegoisan beberapa kelompok besar

     
  9. ambon sule

    January 11, 2012 at 4:56 PM

    orang yg mati demi negara itu pahlawan.

     
  10. Marni Kantao

    January 18, 2012 at 5:34 PM

    mksih.,ni pas bangt ma tugas sklah kuw.,

     
  11. muhamad nurhadi

    February 21, 2012 at 3:21 PM

    perang dunia satu memang sangat dahsyat sekali.Berjuta-juta nyawa hilang dgn sekejap gara2 hanya memperebutkan wilayah dan kekuasaan untuk memperluas kekuasaan

     
  12. Nabil

    March 5, 2012 at 1:11 PM

    Tidak ada kebanggaan bagi seorang manusia untuk membunuh jiwa manusia lain tanpa hak. Dan jiwa tersebut akan menanyakan kepada pembunuhnya dengan alasan apa dia dibunuh nanti di akhirat kelak. Terimakasih atas commentnya semua

     
  13. waffen ss division 23rd panzer gernadie

    March 13, 2012 at 8:52 PM

    führen zur Niederlage der Sicherungen und die Sicherungen, Sicherungen, neu neu neu Ursache Chaos google terjemahan 2012

     
  14. riyan

    April 28, 2012 at 8:39 PM

    orang bloon ikut perang sama aja ngorbanin nyaw sndiri

     
  15. Indra

    May 11, 2012 at 1:00 PM

    perang dunia ke 3 Indonesia vs Malaysia

     
  16. half blood

    June 29, 2012 at 4:07 PM

    kritik: katanya web muslim, mengusung perdamaian tapi berlogo nasrani (salib terbalik). kesan: trims untuk infonya.

     
  17. sustainablemovement

    July 1, 2012 at 9:14 AM

    INI BARU INFORMASI. KEREN BOS

     
  18. shafira.aqmalia

    July 24, 2012 at 10:12 PM

    thank you soooo much for the information :)

     
  19. Pokari Suwet ♓ (@ZaataYamni)

    July 27, 2012 at 9:36 PM

    Perang Duni Ke3 Armagedon untuk membuat tatanan dunia baru

     
    • nabilmufti

      July 30, 2012 at 7:22 AM

      new world order adalah sistem para freemanson, mas. Mereka ingin dunia diatur menurut kehendak mereka. Saat ini sudah banyak tanda-tandanya, bahkan para pemimpinnya secara terang-terangan menyebut NWO. Silahkan search di youtube….terimakasih telah berkunjung

       
  20. merii andhany

    July 31, 2012 at 1:48 PM

    Aarti dari PD I dan ke II app ??

     
  21. Laraz Gabriella

    August 3, 2012 at 11:58 AM

    Thanks for the information! Thanks for help to finish my homework! Yeah. lol

     
  22. firdarahma

    August 7, 2012 at 7:06 PM

    makasih infonya :D. bantu tugas sekolah :)

     
  23. m eko nofandi

    August 22, 2012 at 7:54 AM

    q tetap dukung indonesia menjadi super power

     
  24. anasthesia

    September 4, 2012 at 12:11 PM

    kata-katanya berbelit-belit. sehingga makin ruwet buat ngemulai ngebacanya gimana. seharusnya ditulis kapan terjadinya PD 1, apa penyebabnya, terus akhirnya itu gimana, jgn berbelit belit seperti ini :) tengkyu

     
  25. Masdilla

    September 18, 2012 at 8:01 PM

    gk bisa ngebayaginnya…

     
  26. siapa weh

    September 26, 2012 at 12:12 PM

    nge copy dari situs lain inimah ! :P

     
  27. salman_666

    October 6, 2012 at 9:53 AM

    terima kasih atas ifonya

     
    • salman_666

      October 6, 2012 at 10:09 AM

      terima kasih atas infonya

       
  28. fadhil

    October 24, 2012 at 8:13 PM

    terima kasih atas infonya……

     
  29. Agus Rama Febri Awan

    November 1, 2012 at 6:28 PM

    uuu kasihan banget korban-korbannya

     
  30. Rinti hidayati

    November 1, 2012 at 6:35 PM

    Perang dunia 1,begitu menakjubkan

     
  31. Rinti hidayati

    November 1, 2012 at 7:04 PM

    Perang dunia 1 adalah konflik dunia yang berlangsung dari tahun 1914 hingga tahun 1918. Perang ini di mulai setelah pangeran ferdinand dari austria, di bunuh anggota kelompok teroris serbia, gavrilo principe di daerah sarajevo

     
  32. fathimah imuet

    July 21, 2013 at 7:46 PM

    maaf yah tolong dong di jelasin katau lbb tuh dibuat

     
  33. Jimi Roy

    November 15, 2013 at 2:32 PM

    manusia saling bunuh sesamanya, hanya nafsu binatang menguasainya, sama-sama rugi, mungkin demikian cara pengurangan penduduk dunia, selain terjdinya peristiwa alam yang menghabiskan banyak korban manusia, manusia mau Tuhan berkehendak, semuanya menjadi sengsara, dunia sampai akhirat, dikiranya stelah mati habis perkara, padahal makin tersiksa hidupnya diakhirat, kaarena semuanya yang berperang mengikuti nafsu setan sebagai Tuhannya, berbahagialah bagi yang berperang sekalipun setelah mati api membakarnya, sesuai dengan kemauannya peraang masing-masing saling bunuh dengan api, diakhirat menjadi neraka.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: